Imbas Gandrung Sewu, Kamar Hotel Penuh, Omzet UMKM Naik 100 Persen

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar BanyuwangiEvent Gandrung Sewu yang digelar Sabtu lalu (29/10) tidak hanya menjadi ajang promosi budaya. Lebih dari itu, gelaran tersebut juga ikut berdampak terhadap kenaikan omzet para pelaku industri pariwisata Banyuwangi.

Dari 50 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dadakan yang menjajakan barang dagangannya di arena bazar Gandrung Sewu, omzet mereka tembus Rp 1,5 sampai Rp 3 juta. UMKM yang menggelar dagangannya di arena Gandrung Sewu, mulai dari pedagang makanan dan minuman, mainan anak-anak, suvenir, dan batik.

Salah satunya adalah outlet batik Sekar Bakung, milik Bu Is, yang berasal dari Kelurahan Bakungan. Selama sehari, omzet penjualan batik Bu Is mencapai Rp 3 juta. ”Yang paling banyak udeng dan kain batik,” ujar Bu Is dengan wajah berseri.

Lebih lanjut pemilik galeri batik di sekitar Stasiun KA Banyuwangi Kota itu mengatakan, rekan-rekannya sesama pembatik rata-rata meraup omzet penjualannya yang hampir sama. Sementara untuk toko oleh-oleh, omzet penjualan naik antara 70 hingga 100 persen. ”Produk yang dijual mengalami kenaikan saat event Gandrung Sewu. Omzet penjualan meningkat hingga 90 persen,” ujar Nuzul, Manajer Marketing Osing Deles.

Tidak hanya pelaku UMKM, pengusaha rent car Banyuwangi juga ikut merasakan berkah dari gelaran Gandrung Sewu. Salah satunya PT Langgeng Trans Jaya milik Ponco Utomo. Dari 20 unit kendaraan yang dimiliki, mulai dari jenis Hiace, Innova Reborn, hingga Avanza, semua laku disewa. ”Alhamdulillah, mulai tanggal 26 sampai 30 Oktober semua armada saya keluar,” ujar Ponco yang juga owner Langgeng Kitchen Resto di kawasan Kampungmandar tersebut.

Pengakuan serupa diungkapkan oleh Taufik, pengelola rent car yang memiliki basecamp di Bakungan. ”Hari Jumat dan Sabtu kemarin saya sampai kehabisan unit kendaraan, terpaksa banyak permintaan yang tidak bisa Oxymetholone for cutting saya layani,” ujar Taufik yang berpengalaman mengelola travel di Bali ini.

Sementara itu, tingkat hunian hotel di Banyuwangi mulai tanggal 27 hingga 28 Oktober rata-rata tembus di angka 90 persen. Sedangkan di tanggal 29 Oktober, semua kamar sold out di angka 100 persen.

General Manager Luminor Hotel Ferdian mengungkapkan, dari 81 kamar yang dimiliki Hotel Luminor, pada tanggal 28 Oktober tingkat okupansinya tembus 100 persen. Sedangkan tanggal 29 Oktober di angka 90 persen.

Demikian diakui pihak manajemen Hotel Santika. Dari 125 kamar yang dimiliki, 122 kamar dihuni tamu pada tanggal 28 Oktober, sedangkan di tanggal 29 Oktober 119 kamar terisi. ”Dari 125 kamar yang kami miliki, ada dua kamar yang tidak ready dan kami pakai sendiri. Jadi, di hari Jumat 100 persen kamar kami sold out,” ujar Edi, General Manager Hotel Santika.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Yanuarto Bramuda mengatakan, selain untuk promosi dan pelestarian seni budaya, event yang digelar pemkab juga bertujuan untuk menggerakkan perekonomian warga. Event tersebut diharapkan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.

”Alhamdulillah, dari data yang kami miliki, gelaran Gandrung Sewu sangat dirasakan dampak ekonominya oleh masyarakat, khususnya pelaku industri pariwisata. Semoga event Gandrung Sewu bisa menjadi pengungkit percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19,” ujar Bramuda. (cw5/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar BanyuwangiEvent Gandrung Sewu yang digelar Sabtu lalu (29/10) tidak hanya menjadi ajang promosi budaya. Lebih dari itu, gelaran tersebut juga ikut berdampak terhadap kenaikan omzet para pelaku industri pariwisata Banyuwangi.

Dari 50 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dadakan yang menjajakan barang dagangannya di arena bazar Gandrung Sewu, omzet mereka tembus Rp 1,5 sampai Rp 3 juta. UMKM yang menggelar dagangannya di arena Gandrung Sewu, mulai dari pedagang makanan dan minuman, mainan anak-anak, suvenir, dan batik.

Salah satunya adalah outlet batik Sekar Bakung, milik Bu Is, yang berasal dari Kelurahan Bakungan. Selama sehari, omzet penjualan batik Bu Is mencapai Rp 3 juta. ”Yang paling banyak udeng dan kain batik,” ujar Bu Is dengan wajah berseri.

Lebih lanjut pemilik galeri batik di sekitar Stasiun KA Banyuwangi Kota itu mengatakan, rekan-rekannya sesama pembatik rata-rata meraup omzet penjualannya yang hampir sama. Sementara untuk toko oleh-oleh, omzet penjualan naik antara 70 hingga 100 persen. ”Produk yang dijual mengalami kenaikan saat event Gandrung Sewu. Omzet penjualan meningkat hingga 90 persen,” ujar Nuzul, Manajer Marketing Osing Deles.

Tidak hanya pelaku UMKM, pengusaha rent car Banyuwangi juga ikut merasakan berkah dari gelaran Gandrung Sewu. Salah satunya PT Langgeng Trans Jaya milik Ponco Utomo. Dari 20 unit kendaraan yang dimiliki, mulai dari jenis Hiace, Innova Reborn, hingga Avanza, semua laku disewa. ”Alhamdulillah, mulai tanggal 26 sampai 30 Oktober semua armada saya keluar,” ujar Ponco yang juga owner Langgeng Kitchen Resto di kawasan Kampungmandar tersebut.

Pengakuan serupa diungkapkan oleh Taufik, pengelola rent car yang memiliki basecamp di Bakungan. ”Hari Jumat dan Sabtu kemarin saya sampai kehabisan unit kendaraan, terpaksa banyak permintaan yang tidak bisa saya layani,” ujar Taufik yang berpengalaman mengelola travel di Bali ini.

Sementara itu, tingkat hunian hotel di Banyuwangi mulai tanggal 27 hingga 28 Oktober rata-rata tembus di angka 90 persen. Sedangkan di tanggal 29 Oktober, semua kamar sold out di angka 100 persen.

General Manager Luminor Hotel Ferdian mengungkapkan, dari 81 kamar yang dimiliki Hotel Luminor, pada tanggal 28 Oktober tingkat okupansinya tembus 100 persen. Sedangkan tanggal 29 Oktober di angka 90 persen.

Demikian diakui pihak manajemen Hotel Santika. Dari 125 kamar yang dimiliki, 122 kamar dihuni tamu pada tanggal 28 Oktober, sedangkan di tanggal 29 Oktober 119 kamar terisi. ”Dari 125 kamar yang kami miliki, ada dua kamar yang tidak ready dan kami pakai sendiri. Jadi, di hari Jumat 100 persen kamar kami sold out,” ujar Edi, General Manager Hotel Santika.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Yanuarto Bramuda mengatakan, selain untuk promosi dan pelestarian seni budaya, event yang digelar pemkab juga bertujuan untuk menggerakkan perekonomian warga. Event tersebut diharapkan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.

”Alhamdulillah, dari data yang kami miliki, gelaran Gandrung Sewu sangat dirasakan dampak ekonominya oleh masyarakat, khususnya pelaku industri pariwisata. Semoga event Gandrung Sewu bisa menjadi pengungkit percepatan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19,” ujar Bramuda. (cw5/aif/c1)

Generated by Feedzy

partnership : paket wisata jogja 1 hari yulia / jasa seo murah boost

Layanan Utama :Cek Disini
+ +