Kenapa Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi?

Apa fenomena unik di Kawah Ijen?
Fenomena api biru dari Kawah Ijen merupakan fenomena langka, bahkan para ahli berpendapat fenomena ini satu-satunya di dunia. Fenomena langka ini berasal dari gas belerang bertekanan tinggi yang menyembur dari celah-celah bebatuan dengan suhu mencapai 600 derajat celcius

Kenapa bisa ada api biru di Kawah Ijen?
Kilau biru yang terlihat di Kawah Ijen sebenarnya adalah gas hasil reaksi pembakaran dari senyawa belerang. Api biru tersebut merupakan hasil reaksi dari gas bumi yang bertemu dengan oksigen pada suhu tertentu. Warna biru api berasal dari tingginya suhu di kawah tersebut.

Mau kesini? pastikan bersama rental mobil banyuwangi profesional berpenglaman yah?

Bagaimana Kawah Ijen terbentuk?
Kawah ijen terbentuk setelah letusan yang menghasilkan lubang sangat besar dengan ukuran 19.000 x 21.000 m di bagian alasnya dan 22.000 x 25.000 m pada bagian atasnya (rim crater) yang kemudian dikenal dengan Kaldera Ijen. Dalam perkembangan selanjutnya, di tengah kaldera terbentuk sebuah danau kawah

Idjen Hoogland / Topografische Inrichting 1920.peta yang menunjukan batas banyuwangi dan bondowoso Sumber@kitlv.nl
Gunung Ijen berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso. Saat ini masih belum ada Keputusan SK Menteri Dalam Negeri yang menentukan tapal batas kedua kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso.

Pemerintah Banyuwangi bersikukuh bahwa Gunung Ijen milik Banyuwangi berdasarkan peta di zaman Belanda. Yakni Besoeki Afdeling 1895, Idjen Hooglan 1920, Java Madura 1942, Java Resn Besoeki 1924, Java Resn Besoeki 1924 Blad XCIII C, dan Java Resn Besoeki 1925.

Sementara pemerintah Bondowoso mengakui Gunung Ijen berdasarkan peta milik Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional tahun 2000. Dalam peta ini, Gunung Ijen itu dibagi dua, milik Banyuwangi dan Bondowoso. Bahkan di sebutkan di situ bahwa peta ini bukan menyangkut peta batas wilayah.

Perebutan status kepemilikan Gunung Ijen sejak tahun 2006 karena potensi wisata dan tambang belerang yang dimiliki gunung berapi ijen tersebut. Kawah Ijen adalah kawah terbesar di dunia, warna dari kawah biru kehijauan yang sangat cantik juga menjadi daya tarik tersendiri. Kawah Ijen yang memiliki kedalaman 200 m dan sangat luas ini,sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan manca negara.

Dalam Tulisan di majalah Familia pada Desember 2003 pernah ditulis tentang sekelumit sejarah Gunung Ijen, seperti yang tertulis di bawah ini.

Nama Ijen mulai dikenal dunia sejak kedatangan dua turis asal Perancis, Nicolas Hulot dan istrinya Katia Kraft pada tahun 1971. Mereka menuliskan kisah pesona Kawah Ijen beserta kerasnya kehidupan para penambang bongkahan belerang di majalah Geo,Perancis. Dua hal inilah yang menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan dan fotografer dunia.

Nama Gunung Ijen juga disebut-sebut tatkala seorang pangeran dari Kerajaan Wilis bergerilya melawan VOC dari balik lereng pegunungan Ijen pada masa penjajahan. Meski akhirnya kalah, kisah ini membuktikan Ijen sebagai tempat persembunyian yang ideal bagi para pejuang Blambangan. Tanahnya yang bergunung-gunung dan dipenuhi hutan lebat, sungguh menakutkan bagi orang luar. Kesan angker begitu melekat di wilayah tak bertuan ini.

Alam Ijen mulai tersentuh tatkala Kompeni Belanda menyewakan tanah yang amat luas di daerah Besuki, Panarukan, Probolinggo dan sekitarnya kepada saudagar dan kapten penduduk Cina di Surabaya yang kaya raya, Han Chan Pit dan saudaranya, Han Ki Ko.
Untuk menarik minat pekerja, mereka membagi-bagikan beras gratis saat musibah kelaparan menyerang.

Dalam waktu singkat, datanglah 40 ribu pekerja asal Madura. Mereka membuka lahan, bertanam padi dan sayuran, menggunakan sistem irigasi yang teratur. Namun meletusnya pemberontakan para petani yang dipimpin Kiai Mas pada tahun 1813 membuat tanah sewaan ini dibeli kembali.

Pelaksanaan politik culturstelse oleh Belanda di akhir abad ke-19 memaksa pembukaan kembali lahan-lahan terpencil ini, termasuk Pegunungan Ijen untuk dijadikan perkebunan kopi dan karet. Lagi-lagi didatangkan ribuan pekerja asal Madura. Maka terciptalah ‘Madura kecil’ yang menjadi pusat pemukiman orang Madura beserta adat, budaya, dan bahasanya. Madura kecil kini masih bisa kita jumpai di sebagian Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.

Lebih lanjut : https://www.rentalmobilbanyuwangi.com/ 

Rate us!
[Total: 0 Average: 0]
Victory Transport Banyuwangi
Chat Us

partnership : paket wisata jogja 1 hari yulia / https://victoryrentalmobil.biz.id/ partner sites

Cek HargaKlik Disini
+ +
Canva Crack Filmora Crack Spotify Premium Free Tradingview Premium Free photoshop crack